Pertanian
Articles
-
Empowering Farmers’ Groups through Awareness Raising and the Practice of Sustainable Organic Fertiliser Production in Baran Village, Cawas: Collaboration between Community Service Programme Students and PTX
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/dinamika.v3i2.32 | Check in Google Scholar
Farmers’ dependence on chemical fertilisers in Baran Village, Cawas Sub district, Klaten Regency is one of the challenges in implementing sustainable agriculture. The continuous use of chemical fertilisers can reduce soil fertility. The utilisation of livestock manure in Baran Village has not yet been optimised. This initiative focused on training farmers in the production of organic fertiliser from livestock manure as a means of utilising the existing potential in Baran Village, whilst also providing information on the benefits and stages of organic fertiliser production. The activity took place on 14 July 2026 at the Baran Village Hall, utilising methods of awareness raising, discussion and hands on practice with members of the farmers’ group. Data were collected through observation, documentation and literature review, and analysed using a qualitative descriptive approach. The results of the activity showed that farmers believed livestock manure could be used directly without undergoing any fertiliser production process. Through these outreach sessions and practical training in organic fertiliser production, farmers gained an understanding of the benefits of producing organic fertiliser, the materials used, and the stages involved in its production. Consequently, the utilisation of livestock waste can serve as an alternative to reduce dependence on chemical fertilisers whilst supporting environmental management and the implementation of sustainable agriculture in Baran Village.
-
Pemanfaatan Pekarangan Lestari (P2L) dengan Menanam Sayur Kangkung Nonsintetik Kimia
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/j1q6aj26 | Check in Google Scholar
Kegiatan ini di laksanakan di Tengah Padang, Kecamatan Teluk Segarah, Kota Bengkulu. Tujuannya adalah memanfaatkan lahan kosong menjadi media tanam cabe tumpang sari jagung. Kegiatan media tanam ini merupakan kegiatan sampingan Bapak R.Dodi Pramana selaku ketua pengelolah lahan. Kegiatan ini di laksanakan guna memenuhi mata kuliah praktik bisnis pertanian, dalam seminggu kegiatan budidaya dilaksanakan 2-3 kali. Media tanam cabe tumpang sari jagung ini didapat langsung dari ide bapak R.Dodi Pramana selaku ketua pengelolah lahan tersebut. Pengelolahan lahan tersebut dimulai dari pembersihan lahan menggunakan mesin rumput, dan kemudian dilakukan penggemburan tanah menggunakan garpu dan cangkul, serta pembuatan bedengan dengan mengaplikasikan mulsa organik dengan menggunakan rumput. Setelah lahan bersih dan siap, selanjutnya dilakukan penanaman cabe yang diiringi dengan tanam jagung yang ditanam di sela-sela bedengan tersebut.