Kesehatan
Articles
-
Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Infeksi dalam Mendukung Status Gizi Anak Sekolah Dasar
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/dinamika.v3i1.24 | Check in Google Scholar
Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan salah satu faktor penting dalam pencegahan penyakit infeksi pada anak usia sekolah. Kebiasaan mencuci tangan pakai sabun yang belum terbentuk dengan baik dapat meningkatkan risiko penularan penyakit infeksi seperti diare dan infeksi saluran pernapasan yang secara tidak langsung mempengaruhi status gizi anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa sekolah dasar dalam mempraktikkan cuci tangan pakai sabun sebagai upaya pencegahan penyakit infeksi serta mendukung perbaikan status gizi anak. Kegiatan dilaksanakan di SDN 1 Cikatapis dengan metode sosialisasi kesehatan, demonstrasi, serta praktik langsung mencuci tangan yang benar. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi pemahaman dan keterampilan siswa dalam melakukan praktik cuci tangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum kegiatan dilaksanakan sebagian besar siswa belum terbiasa mencuci tangan sebelum makan maupun setelah beraktivitas. Setelah dilakukan edukasi dan praktik langsung, sebanyak 80% siswa mampu memahami serta mempraktikkan langkah-langkah cuci tangan pakai sabun dengan benar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis praktik dapat meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswa dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Program edukasi kesehatan di sekolah perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung pencegahan penyakit infeksi serta berkontribusi dalam penanganan disparitas gizi pada anak usia sekolah.
-
Implementasi Pengukuran Antropometri pada Anak Kelompok A di TK Dharma Indria 2 Jember
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/dinamika.v3i1.26 | Check in Google Scholar
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi pertumbuhan anak usia 4–5 tahun melalui pengukuran antropometri di TK Dharma Indria 2 Jember. Kegiatan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 12 anak Kelompok A sebagai peserta. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, pengukuran antropometri secara langsung, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh anak memiliki kategori normal pada indikator tinggi badan menurut umur dan lingkar kepala, yang menunjukkan pertumbuhan fisik yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Penilaian status gizi berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur menunjukkan bahwa sebanyak tujuh anak (58,3%) berada pada kategori gizi baik, sedangkan lima anak (41,7%) berada pada kategori gizi kurang. Pelaksanaan kegiatan didukung oleh guru kelas yang membantu mendampingi dan mengondisikan anak selama proses pengukuran berlangsung. Hasil kegiatan memberikan informasi yang bermanfaat mengenai status pertumbuhan fisik anak sekaligus mendukung deteksi dini terhadap masalah gizi. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran guru dan orang tua mengenai pentingnya pemantauan pertumbuhan secara rutin.
-
Penyuluhan Tentang PHBS dan Kesehatan Mental di RW 01 Kelurahan Bedahan Kota Depok 2024
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/dinamika.v1i2.14 | Check in Google Scholar
Dalam konteks PHBS, manajemen stres dan kesehatan mental sangatlah relevan. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya PHBS dan kesehatan mental melalui berbagai upaya, seperti penyuluhan, advokasi, dan pemberdayaan komunitas. Kegiatan penyuluhan melibatkan 91 keluarga dengan materi yang mencakup penerapan perilaku sehat, pengelolaan stres, serta pencegahan penyakit. Evaluasi program dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test, yang menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 67,9 menjadi 92,2. Uji Wilcoxon menguatkan efektivitas program ini dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Rekomendasi yang diajukan meliputi perluasan cakupan program penyuluhan, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta pelibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan. Dengan keberlanjutan program ini, diharapkan derajat kesehatan masyarakat RW 01 dapat terus meningkat.
-
Penyuluhan Urgensi Kesehatan dan Gizi Bagi Anak Usia Dini di Desa Sungai Petai Kampar Kiri
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/dinamika.v1i2.10 | Check in Google Scholar
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak usia dini di Desa Sungai Petai, Kampar Kiri. Seminar bertajuk "Pentingnya Kesehatan dan Gizi bagi Anak Usia Dini" dirancang untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang pola hidup sehat dan menu makanan bergizi yang mendukung tumbuh kembang anak. Melalui pendekatan ceramah dan diskusi interaktif, para peserta, terutama orang tua, diberikan pemahaman mendalam mengenai kebutuhan gizi, manfaat asupan makanan seimbang, serta cara menjaga kesehatan anak secara holistik. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan target peserta sebanyak 50 orang dengan tingkat pemahaman peserta mencapai 80% dari materi yang disampaikan. Peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi untuk mendukung pertumbuhan, kesehatan, dan kecerdasan anak. Secara keseluruhan, seminar ini berhasil mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif terhadap pengetahuan masyarakat tentang kesehatan dan gizi anak usia dini.
-
Profil Antropometri (BB, TB dan Lingkar Kepala) serta Status Pertumbuhan Anak di TK Dharma Indria
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/dinamika.v3i1.27 | Check in Google Scholar
Lingkungan pendidikan memiliki peran yang sangat penting untuk mendukung pemantauan melalui kegiatan pengukuran antropometri bagi anak. Pengukuran kegiatan pengukuran bertujuan untuk mengetahui kondisi pertumbuhan anak di TK Dharma Indria 1 Jember berdasarkan pengukuran lingkar kepala, tinggi badan, serta berat badan. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dan data yang diperoleh dikumpulkan melalui pengukuran langsung pada anak kelompok A yang berjumlah 20 siswa. Hasil pengukuran diperoleh dari 18 anak dengan data lengkap menunjukkan 2 siswa tidak hadir, 13 anak berada pada status gizi baik, sedangkan 1 anak berada pada kategori gizi lebih, dan 4 anak berada pada kategori obesitas. Selain itu, pengukuran lingkar kepala hasil dari pengukuran lingkar kepala menunjukkan hasil anak berada pada kategori normal, namun terdapat 1 anak yang teridentifikasi mengalami mikrosefali. Kegiatan pengukuran dapat memberikan data pertumbuhan yang lebih lengkap bagi sekolah sehingga dapat digunakan sebagai dasar pemantauan dini masalah gizi dan tumbuh kembang.